Allah Ta'ala berfirman: 'Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.'
(Surat 49 Al-Hujuraat (Kamar) Ayat 13)
lihat kutipan ayat Al-Qur'an yang terkandung dalam surat Al-Hujuraat. pernakah terdapat kebingungan dihati anda ini dan tanda tanya besar untuk jadi bahan muhasabah sebelum tidur. apakah secara lahir kita memang beriman sedangkan batin pernakah berkata tidak,lalu hati sedikit membenarkan,hingga perilaku dan langkah terkadang masih ragu. terkadang begini,kita memahami islam dan kewajibannya karena alasan syar'i.tapi apakah kita mengimani dengan mencintainya sepenuhnya. dalam muhasabah saya yakin anda suka menangis,anda takut kufur nikmat didalam hidup dan langkah,bagaimana tidak disaat muslim dinegara lain untuk beribadah,beraktivitas,dan berdakwah sulit,kita disini sebagai muslim/muslimah tentunya,untuk orientasi dakwah saja masih kurang,lalu untuk membenarkan dan menegakkan dien yang tercinta saja masih blm ada loyalitas yang tumbuh. ya Rasul,apa karena kami hidup dijaman berbeda darimu hingga kami sendiri beranggapan berbeda,hingga kami berfikir mundur. bahwa islam itu ya Solat,puasa,dzakat. islam itu jilbab,islam itu mesjid dan Al-Qur'an. sesungguhnya aku malu padamu rasul, karena kami merasa paling mundur. kami merasa belum bermanfaat untuk agama kami. ya Allah,yang maha tahu isi hati hambanya,banyak yang indah diagama-Mu. hingga aku yang dulu amat jahil,merasa nyaman mengerti seluk beluk agamamu yang dirahmati ini.
dikutip ucapan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa 'Ala Alihi Wa Sallam bersabda:'Sesungguhnya Allah tidak memandang rupa dan harta kalian, akan tetapi Dia memandang hati dan amal perbuatan kalian'. (HR. Muslim dan Ibnu Majah).
jelas hadist diatas menjelaskan bahwa hati dan amal perbuatan lah yang Allah lihat dihari akhir. tapi begini,umumnya yang saya miris ialah ketika umat muslim sendiri mengerti akan betapa pentingnya solat,lalu kenapa berpuasa,dan apa fugsinya dzakat. seakan semua itu hanya dijadikan kewajiban tanpa perlu mengetahui lebih dalam ilmu dan amalannya. sungguh bukankah sebaik-baiknya ilmu karena dimengerti dan sebenar-benarnya tindakan karena tau mengapa harus dilakukan. lalu ..?? apa fungsi sholat,puasa,dan dzakat yang telah dikerjakan tiap hari,bahkan tiap tahun. apakah sekedar kewajiban syar'i dan tidak membekas secara tersirat pada hati dan tindakan kita. meski kita telah lakukan semua itu,apakah perbuatan dan sifat kita menunjukan muslim/muslimah yang sesungguhnnya. wallahu a'lam,sungguh iman itu untuk mencapai taqwa butuh 3 pondasi,kesungguhan,kesabaran dan keikhlasan. lalu sudahkan kita terapkan itu dalam ibadah kita,hingga timbul konsistensi dan terstruktur.hingga lahir dan batin terasa dilengkapi oleh iman.
Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan
Kamis, 23 September 2010
Rabu, 04 Agustus 2010
Sebuah Renungan,
video ini saya dapat dari group nasyid pelita hati. dan saya tertarik untuk menontonnya. dan semua mewakili pemikiran saya ... mewakili saya yang dulu pernah khilaf. semoga bisa jadi bahan pembelajaran buat kita generasi muda,bahwasannya Allah telah siapkan yang terbaik untuk kita,maka dengan itu sebaiknya kita sering-sering muhasabah,istiqomah dan lebih mendekatkan diri kepada-Nya. karena apabila kita mengharapakan kedatangan seseorang yang terbaik,apakah kita sudah siap untuk menjadi terbaik untuknya yang halal. jadi buat kalian yang sedang ragu ketika menjalankan pacaran,atau mungkin sedang dalam pacaran. maka jika kalian memang ikhwan dan akhwat yang cinta pada pasangan kalian,tidak sebaiknya mencintainya dengan menyakitinya perlahan-lahan. Sungguh semua ada kadarnya,ada saatnya. dan itu akan menjadi indah pada waktunya.
banyak yang salah persepsi dalam mencintai seseorang. sungguh mudah mereka amat sangat cintai makhluk yang bernama adam dan hawa. padahal dibalik itu semua ada sang pencipta yang melihatnya,melihat mereka berbuat dzalim dengan sesama. tidakkah kalian berpikir bahwasannya Allah SWT maha pencemburu??sungguh khilafan ini amat sangat disesalkan. Wahai teman-teman,Masa Muda kita hanya sementara,maukah kita biarkan dengan berbuat aniaya,jalan yang haram(pacaran)??
Bagaimana Menyentuh Hati
اَلاَ اِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَة اِذا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسَدُ كُلُهُ وَاِذا فَسَدَتْ فَسَدَالجَسَدُ كُلُهُ اَلاَ وَهِيَ القَلْبُ (روه البخاري ومسلم)
“Ketahuilah bahwa sesunggunhynya dalam jasad itu terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baiklah seluruh tubuhnya dan apabila ia rusak maka rusaklah seluruh tubuhnya, ketahuilah bahwa ia adalah hati (qalbu).” (HR. Bukhari dan Muslim)Sungguh beruntung bagi siapapun wabilkhusus aktifis dakwah , yang mampu menata qolbunya menjadi hati yang baik, bening, jernih, bersih, dan selamat (صَلَحَتْ ).
Sungguh berbahagia dan mengesankan bagi siapapun sekiranya memiliki qolbu yang tertata, terpelihara, dan terawat dengan sebaik-baiknya. Karena selain senantiasa merasakan kelapangan, ketenangan, ketenteraman, kesejukan, dan indahnya hidup di dunia ini, pancaran kebeningan hati pun akan tersemburat pula dari indahnya setiap aktivitas yang dilakukan (صَلَحَ الجَسَدُ كُلُهُ) .
Betapa tidak, orang yang hatinya tertata dengan baik, wajahnya akan jauh lebih jernih, bagai embun menggelayut di ujung dedaunan di pagi hari yang cerah, lalu terpancari sejuknya sinar mentari pagi; jernih, bersinar, sejuk, dan menyegarkan. Tidak berlebihan jika setiap orang akan merasa nikmat menatap pemilik wajah yang cerah, ceria, penuh sungging senyuman tulus seperti ini.
Begitu pula ketika berkata, kata-katanya akan bersih dari melukai, jauh dari kata-kata yang menyombongkan diri, terlebih lagi ia terpelihara dari kata-kata riya. Subhanallah!. Setiap butir kata yang keluar dari lisannya, yang telah tertata dengan baik ini, akan terasa sarat dengan hikmah, sarat dengan makna, dan sarat akan manfaat. Tutur katanya bernash dan berharga. Inilah buah dari gelegak keinginan di lubuk hatinya yang paling dalam untuk senantiasa membahagiakan orang lain.
Hati yang bersih merupakan buah dari amal yang diperbuat seseorang. Bakr bin Abdullah Al-Muzanni, seorang tabi’in mengungkapan akan hal ini seperti dalam penuturannya;
“إذَا وَجَدْتَ مِنْ إِخْوَانِكَ جَفَاءً، فَتُبْ إلىَ اللهِ فَإِنَّكَ أَحْدَثْتَ ذَنْبًا،
وَإِذَا وَجَدْتَ مِنْهُمْ زِيَادَةَ وُدٍّ، فَذَلِكَ لِطَاعَةٍ أَحْدَثْتَهَا فَاشْكُرِ اللهَ تعالى
Jika kalian mendapati pada saudaramu kekeringan, maka segeralah bertaubat kepada Allah, karena sesungguhnya itu merupakan akibat dari dosa yang ia kerjakan. Dan apabila kalian mendapati dari mereka bertambah kasih sayang, yang demikian itu merupakan buah dari ketaatan, maka bersyukurlah kepada Allah.Orang yang bersih hati, akal pikirannya pun akan jauh lebih jernih. Baginya tidak ada waktu untuk berpikir jelek. Apalagi berpikir untuk menzhalimi orang lain, sama sekali tidak terlintas dibenaknya. Waktu baginya sangat berharga. Mana mungkin sesuatu yang berharga digunakan untuk hal-hal yang tidak berharga? Sungguh suatu kebodohan yang tidak terkira. Karenanya dalam menjalani setiap waktu yang dilaluinya ia pusatkan segala kemampuannya untuk menyelesaikan setiap tugas hidupnya. Tak berlebihan jika orang yang bersih hati seperti ini akan lebih mudah memahami setiap permasalahan, lebih mudah menyerap aneka ilmu pengetahuan, dan lebih cerdas dalam melakukan beragam kreativitas pemikiran. Bersih hati ternyata telah membuahkan aneka solusi optimal dari kemampuan akal pikirannya. Subhanallah!
Kesehatan tubuh pun terpancari pula oleh kebeningan hati, buah dari kemampuannya menata qolbu. Detak jantung menjadi terpelihara, tekanan darah terjaga, ketegangan berkurang, dan kondisi diri yang senantiasa diliputi kedamaian. Tak berlebihan jika tubuh pun menjadi lebih sehat, lebih segar, dan lebih fit. Tentu saja tubuh yang sehat dan segar seperti ini akan jauh lebih memungkinkan untuk berbuat banyak kepada umat.
Tarnyata hati yang bersih, sangat banyak manfaatnya. Apalagi kita sebagai aktifis dakwah. Aktifis dakwah yang telah tertata hatinya adalah aktifis yang telah berhasil merintis tapak demi tapak jalan ke arah kebaikan. Tidak mengherankan ketika ia menjalin hubungan dengan sesama manusia pun menjadi sesuatu yang teramat mengesankan. Hati yang bersih akan mampu menaklukan hati orang lain dan itulah wasilah dakwah kita sebelum kita menaklukan hati orang lain. Abbas As-sisi mengatakan Abbas:
كَسْبُ الْقُلُوبُ مُقَدَّم على كَسْبِ العُقُولِ
”Menaklukan hati lebih didahulukan sebelum menaklukan akalnya.”Hati yang bersih, ibarat magnet yang dapat menarik benda-benda di sekitarnya. Akan terpancar darinya akhlak yang indah mempesona, rendah hati, dan penuh dengan kesantunan. Siapapun yang berjumpa dengannya akan merasakan kesan yang mendalam, siapapun yang bertemu dengannya akan memperoleh aneka manfaat kebaikan, bahkan ketika berpisah sekalipun, orang seperti ini menjadi buah kenangan yang tak mudah dilupakan. Dan tentunya bagi seorang aktifis dakwah, hati yang bersih merupakan modal untuk dapat menaklukan hati-hati manusia untuk diajak ke jalan yang benar yang kemudian digiring bersama-sama untuk berjuang di jalan Allah swt.
Penting bagi setiap aktifis dakwah untuk mentadabburi hadits Rasul saw. berikut ini;
الْأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ .) رواه البخاري ومسلم(
”Ruh-ruh itu bagaikan prajurit yang selalu bersiap siaga. Maka siapa yang mengenalnya ia akan bersatu dan jika tidak mengenalnya akan berpecah.” (HR. Bukhori Muslim)Subhanallah!, lebih dari semua itu, kebersihan hati pun ternyata dapat membuat hubungan dengan Allah swt. menjadi luar biasa membawa manfaat. Dengan berbekal keyakinan yang mendalam, mengingat dan menyebut-Nya setiap saat, meyakini dan mengamalkan ayat-ayat-Nya, membuat hatinya menjadi tenang dan tenteram. Konsekuensinya, dia pun menjadi lebih akrab dengan Allah, ibadahnya lebih terasa nikmat dan lezat. Begitu pula doa-doanya menjadi luar biasa mustajab. Mustajabnya doa tentu akan menjadi solusi bagi persoalan-persoalan hidup yang dihadapinya. Dan yang paling luar biasa adalah karunia perjumpaan dengan Allah Azza wa Jalla di akhirat kelak, Allahu Akbar. Allahu a’lam
**saya kutip dari dakwatuna.com
Langganan:
Postingan (Atom)